Dari dulu memang ini yang q inginkan. Memiliki piano,memainkannya,membuat hati ini bahagia. Dan mungkin kamu juga. Terlebih,ini semua berawal dari Kilian Grand(ah,knapa bukan q tunangannya ya?haha~),adakah orang lain seperti dia?
Nodame Cantabile juga(kata guru pianoq,q ni orangnya heboh,dan ad orang bilang q seaneh Nodame).
Well,biasanya q bcara dg lisan. Kali ni q bicara dg tulisan. Lain kali q bcara dg nada.
Sabtu, 07 Februari 2009
Kamis, 07 Agustus 2008
'Ndelok' of The Ring
Pagi ni untuk ke sekian kalinya q 'diculik' di rumah Iin. Sohibq yg terjerumus ke dalam sekte bikinan anak SMA bersama 4 anak lain(termasuk q),WESTERN. Kata orang2,nama band qt tu aji mumpung oleh kepupuler-eh,kepopuleran band WESTLIFE. Bedanya,kalo Westlife personilnya dipanggil mas,sedang Western personilnya dipanggil mbak semua.
Ok,kembali ke 'penculikan' diriq. Knp ya q mpe rela diculik? Well,critanya panjang,tp lebih panjang klo gak dicritain,dan klo dah mulai crita maka akan panjang,jadi daripada berkepanjangan,q crita aj dah.
Kemarin,q dpt SMS dari mbak Canis katanya suruh kumpul di sekre,evaluasi penerbitan geto. Saat itu Iin lg nginep di rumahq,gara2 kemaleman habis demo di tempat praktik dokter kandungan. Bukan demo karena dokternya gak menerima persalinan kucing,tp demo pembalut!
Q sndiri heran,knapa bisa q dan Iin nyasar di ruang dokter kandungan,bukan periksa kehamilan tp malah bongkar pembalut!?
Q ma Iin,jd kayak mahasiswa kedokteran spesialisasi pembalut. Dan karena qt demo ke dokter,alhasil dikit2 ngomongny 'Bener gak pak?'. Q sempet ngrasa,jangan2 pak dokter tu ngitungin kalimat 'bener gak pak'nya kami.
Nah,paginya,Iin balik ke rumah. Q juga ikut,soalnya bosen di rumah,cuma ditemenin ama kucingq Phoboz yg di mata mamahq jadi Kucing Paling Ganteng Se Kampung. Tapi,karena ukuranny yg montok gak seperti kucing kampung lain,menurutq lebih pantes jadi Kucing Mutan.
Karena hari tu q dan Iin puasa,kami mrencanakan tuk Kegiatan Tahan Kelaparan yg disingkat KETAK. Pertama,program bikin rumah masa depan.Sechyarra Iin calon arsitek.
Q pun dah pesan kira2 ruang ap aj yg dbutuhkan. Iin pun mulai beraksi bak mandi,eh,bak arsitek prof. Dia duduk mojok,melirik ke arahq sekilas dg tatapan Jangan-ganggu-q nya yg khas. Mungkin dia pikir,q akan merubah denah rumahnya menjadi kandang ayam kena angin puyuh.
10 menit,20 menit,30 menit..q nglirik Iin. Kok gak slesei2? Q hampirin tu anak yg muka dan stengah bdanny tlah ttutup kertas denah. Ternyata saudara2,Iin lg gak hanya gambar di kertas,tp sudah ngbangun tu rumah di mimpi,alias tidur!
Q lht jam,dah jam 1 siang. Q bangunin si arsitek,ngajak sholat. Trus q langsung cabut ke UNS,buat rapat dan nagih utang.
Q dah jadwalin klo hari tu q bkal transfer uang ke Bank Mandiri. Makanya,stelah balik dari kampus q segera ke rumah Iin. Qt gak langsung ke atm Mandiri,tp ambil CPU Iin yg lagi diservis.
Tempat servis tu namany Nobel,tp q sangsi klo tmpat tu pernah dpet Nobel,apalagi menang Togel,de el el.
"Inul lg In"kata mbaknya di situ. Inul? Q mikir dari otak kiri,tengah mpe kanan,gak ktemu juga maksudnya. Masa CPU bisa goyang ngebor? Dengan pasang muka innocent q pun nanya,"In,INUL apaan?". "Instal Ulang weng,mbok kira CPU meh goyang ngebor?"jawabnya. Wah,tnyata slain ahli gambar di mimpi,Iin juga ahli baca pkiran! Q pun mringis kuda.
Q yg duduk di boncengan kini harus membopong CPU itu. Meski berat,q menolak tawaran Iin tuk ganti tugas nyetir. Terus terang,q mengalami penyakit yg langka,dan hanya dialami ce keren,yakni phobi motor.
Lalu kami mcari atm Mandiri,krn ktika q coba transfer di atm BCA gagal. Menurutq Bank Mandiri benar2 seperti namanya,mandiri. Gmn tdk? Kalo typ transaksi kudu cari Bank itu,dan gak bisa ke bank lain.
Ternyata q butuh 2x percobaan mpe bs transfer. Dan ketika keluar atm q jingkrak2 kayak habis dpet uang 1 M.
Bersambung..
Ok,kembali ke 'penculikan' diriq. Knp ya q mpe rela diculik? Well,critanya panjang,tp lebih panjang klo gak dicritain,dan klo dah mulai crita maka akan panjang,jadi daripada berkepanjangan,q crita aj dah.
Kemarin,q dpt SMS dari mbak Canis katanya suruh kumpul di sekre,evaluasi penerbitan geto. Saat itu Iin lg nginep di rumahq,gara2 kemaleman habis demo di tempat praktik dokter kandungan. Bukan demo karena dokternya gak menerima persalinan kucing,tp demo pembalut!
Q sndiri heran,knapa bisa q dan Iin nyasar di ruang dokter kandungan,bukan periksa kehamilan tp malah bongkar pembalut!?
Q ma Iin,jd kayak mahasiswa kedokteran spesialisasi pembalut. Dan karena qt demo ke dokter,alhasil dikit2 ngomongny 'Bener gak pak?'. Q sempet ngrasa,jangan2 pak dokter tu ngitungin kalimat 'bener gak pak'nya kami.
Nah,paginya,Iin balik ke rumah. Q juga ikut,soalnya bosen di rumah,cuma ditemenin ama kucingq Phoboz yg di mata mamahq jadi Kucing Paling Ganteng Se Kampung. Tapi,karena ukuranny yg montok gak seperti kucing kampung lain,menurutq lebih pantes jadi Kucing Mutan.
Karena hari tu q dan Iin puasa,kami mrencanakan tuk Kegiatan Tahan Kelaparan yg disingkat KETAK. Pertama,program bikin rumah masa depan.Sechyarra Iin calon arsitek.
Q pun dah pesan kira2 ruang ap aj yg dbutuhkan. Iin pun mulai beraksi bak mandi,eh,bak arsitek prof. Dia duduk mojok,melirik ke arahq sekilas dg tatapan Jangan-ganggu-q nya yg khas. Mungkin dia pikir,q akan merubah denah rumahnya menjadi kandang ayam kena angin puyuh.
10 menit,20 menit,30 menit..q nglirik Iin. Kok gak slesei2? Q hampirin tu anak yg muka dan stengah bdanny tlah ttutup kertas denah. Ternyata saudara2,Iin lg gak hanya gambar di kertas,tp sudah ngbangun tu rumah di mimpi,alias tidur!
Q lht jam,dah jam 1 siang. Q bangunin si arsitek,ngajak sholat. Trus q langsung cabut ke UNS,buat rapat dan nagih utang.
Q dah jadwalin klo hari tu q bkal transfer uang ke Bank Mandiri. Makanya,stelah balik dari kampus q segera ke rumah Iin. Qt gak langsung ke atm Mandiri,tp ambil CPU Iin yg lagi diservis.
Tempat servis tu namany Nobel,tp q sangsi klo tmpat tu pernah dpet Nobel,apalagi menang Togel,de el el.
"Inul lg In"kata mbaknya di situ. Inul? Q mikir dari otak kiri,tengah mpe kanan,gak ktemu juga maksudnya. Masa CPU bisa goyang ngebor? Dengan pasang muka innocent q pun nanya,"In,INUL apaan?". "Instal Ulang weng,mbok kira CPU meh goyang ngebor?"jawabnya. Wah,tnyata slain ahli gambar di mimpi,Iin juga ahli baca pkiran! Q pun mringis kuda.
Q yg duduk di boncengan kini harus membopong CPU itu. Meski berat,q menolak tawaran Iin tuk ganti tugas nyetir. Terus terang,q mengalami penyakit yg langka,dan hanya dialami ce keren,yakni phobi motor.
Lalu kami mcari atm Mandiri,krn ktika q coba transfer di atm BCA gagal. Menurutq Bank Mandiri benar2 seperti namanya,mandiri. Gmn tdk? Kalo typ transaksi kudu cari Bank itu,dan gak bisa ke bank lain.
Ternyata q butuh 2x percobaan mpe bs transfer. Dan ketika keluar atm q jingkrak2 kayak habis dpet uang 1 M.
Bersambung..
Selasa, 05 Agustus 2008
PULSA
Mau beli pulsa?
BISA!
ketik:REG PULSA
kirim ke:085729072042
Mau jadi agen pulsa?
BISA!
ketik:REG AGEN
kirim ke:085729072042
BISA!
ketik:REG PULSA
kirim ke:085729072042
Mau jadi agen pulsa?
BISA!
ketik:REG AGEN
kirim ke:085729072042
Iklan Mania
Bebas dari masalah keuangan
Bebas dari pekerjaan yang menyita waktu
Bebas mendapat kebahagiaan hidup
Mau?
Bebas dari pekerjaan yang menyita waktu
Bebas mendapat kebahagiaan hidup
Mau?
Rabu, 23 Juli 2008
DICARI:ALUMNI UNS YANG SUKSES
Salam PERSMA !
Dalam rangka penerbitan Bulletin Civitas edisi MARU, LPM KENTINGAN UNS mengharapkan kerjasama dari para Alumni UNS berupa testimony mengenai kisah sukses dan pengalamannya selama kuliah di UNS. Sertakan pula foto dan data diri Anda.
Testimony tersebut harap dikirim lewat email ke alamat lpm_kentingan@yahoo.com sebelum tanggal 1 Agustus 2008.
Bagi Anda yang mengenal salah satu atau beberapa alumni UNS sukses,mohon berikan info di atas.
Besar harapan kami dalam suksesnya penerbitan bulletin Civitas ini. Atas kerjasama dan dukungannya kami ucapkan terima kasih.
LPM KENTINGAN UNS
Dalam rangka penerbitan Bulletin Civitas edisi MARU, LPM KENTINGAN UNS mengharapkan kerjasama dari para Alumni UNS berupa testimony mengenai kisah sukses dan pengalamannya selama kuliah di UNS. Sertakan pula foto dan data diri Anda.
Testimony tersebut harap dikirim lewat email ke alamat lpm_kentingan@yahoo.com sebelum tanggal 1 Agustus 2008.
Bagi Anda yang mengenal salah satu atau beberapa alumni UNS sukses,mohon berikan info di atas.
Besar harapan kami dalam suksesnya penerbitan bulletin Civitas ini. Atas kerjasama dan dukungannya kami ucapkan terima kasih.
LPM KENTINGAN UNS
Kamis, 22 Mei 2008
I'm Miss Dreamer..
Baru saja q memposting perihal hobbyq yang senang bermimpi,eh,terjadi peristiwa yang bahkan q belum pernah memimpikannya. Alhamdulillah, hari ini Softex V Class memilihq sebagai Miss Dreamer(kalau tidak salah,mewakili Surakarta).
Ada 4 kategori lain yakni, Miss Romantic, Miss Special, Miss Sensitive dan Miss Confident. Q lupa siapa saja pemenang dari 4 kategori itu. Satu hal yang pasti,q yang termuda.
Ajang pemilihan tersebut merupakan bagian dari acara Cosmopolitan Campus to Campus yang diselenggarakan di 5 kota besar yakni, Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Bandung, dan Surabaya.
Hadiah yang diberikan lumayan. Salah satunya adalah Voucher dari PT. Mitra Adiperkasa tbk sebesar rp 150rb. Rencananya untuk mentraktir teman-teman Lpm Kentingan di Starbucks. Tapi rencana lho!hehe..
Berlayar ke Maluku Utara dalam Ajari 3, jadi Miss Dreamer dalam Cosmopolitan Campus to Campus,hmm..berikutnya apa ya?
Ada 4 kategori lain yakni, Miss Romantic, Miss Special, Miss Sensitive dan Miss Confident. Q lupa siapa saja pemenang dari 4 kategori itu. Satu hal yang pasti,q yang termuda.
Ajang pemilihan tersebut merupakan bagian dari acara Cosmopolitan Campus to Campus yang diselenggarakan di 5 kota besar yakni, Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Bandung, dan Surabaya.
Hadiah yang diberikan lumayan. Salah satunya adalah Voucher dari PT. Mitra Adiperkasa tbk sebesar rp 150rb. Rencananya untuk mentraktir teman-teman Lpm Kentingan di Starbucks. Tapi rencana lho!hehe..
Berlayar ke Maluku Utara dalam Ajari 3, jadi Miss Dreamer dalam Cosmopolitan Campus to Campus,hmm..berikutnya apa ya?
Selasa, 13 Mei 2008
Aaaaaaargh!!!
Aaaargh!! Hanya itu yg keluar dari mulut adikku. Dia yang aku bonceng,dia pula yang histeris,padahal yang kecelakaan kan aku?
Bodoh !
(sebenarnya ini hanya perhalusan dari goblok!),ya..hanya kata itulah yang aku ucapkan. Kata yang menunjukkan betapa bodohnya anak SD yang 'mengaku' tertabrak olehku.
Gimana gak gob-eh,bodoh,dia tuh dengan gob-okay,bodohnya nyelonong motong jalan yang aku lewati. Biarpun sepeda motorku hanya jalan 35 km/jam plus rem tangan dan kaki, plus pengorbananku dengan menabrakkan diriku ke pembatas jalan,masih gak cukup juga.
Kalau dilihat dari ilmu fisika,dia datang dari arah utara tanpa rem dengan kecepatan kira2 20km. Tanpa tengok kanan kiri, dia meluncur dari atas tanggul menuju jalan yang aku lalui. Aku baru sadar dia memotong jalanku hampir 90 derajat ketika posisiku 2 meter darinya. Aku berusaha memperlambat jalanku ke kanan,dia tetep kekeuh motong jalan..dan..BRAKK !!
Sepeda anak itu jatuh,ban depannya tersenggol ban depan motorku. Dia jatuh,pembatas jalan di samping kananku dengan tanpa ampun menggores pergelangan kaki kananku. Untungnya,aku masih bisa menguasai keadaan. Tidak ada korban jiwa.
Orang-orang mulai mengerumun, berusaha 'menyelamatkan' gadis kecil itu, membawanya beserta sepedanya ke kiri jalan. Dia nangis sejadi-jadinya. Tinggal aku yang nangkring sambil meringis kesakitan. Adikku ambil alih kemudi.
Sebenarnya masalah ini gak akan berbuntut panjang kalau saja tidak ada PROVOKATOR sialan yang berkedok PAHLAWAN ! Pahlawan kesiangan sialan,yang gob-ehm,bodoh menurutku.
'Sik mbak,pundi kuncine,iki masalahe nabrak uwong !' begitu ujarnya dengan penekanan pada kata 'nabrak', matanya melotot sambil mengulurkan tangan meminta kunciku. Terjadi perang mulut antara provakator dengan adikku yang sedari tadi histeris dan shock melebihi aku, nangis bombay gitu.
Kalaupun ada pahlawan, menurutku adalah petugas DLLAJR di depan Terminal Tirtonadi. Kebetulan,TKP memang berada hampir persis didepan terminal tersebut. Bapak itu dengan gak kalah garang membentak si provokator, 'wis,iki urusanku,dudu urusanmu !'. Thanx banget pak,batinku.
Ternyata,si provakator gak mau kalah. Dia bawa-bawa polisi ke TKP. Runyam deh jadinya. Adiknya ke RS Brayat. Aku dan adikku dilarikan,bukan ke RS,tapi ke kantor polisi !
Diiringi polisi,kami ke kantor polisi yang letaknya dekat dengan terminal. Di sana aku hanya bisa duduk menunduk menahan perih. Perih di kaki dan perih di hati. Di hati karena aku tahu masalah ini akan panjang dan UUD,ujung-ujungnya duit !
Adikku (tetap nangis bombay)menjelaskan duduk perkara pada polisi yang telah membawa SIM dan STNK ku. Mommy-ku,setelah ditelp adikku,datang ke kantor polisi. Beliau mengantar adikku ke SMAN 3,yang kemudian adikku disarankan oleh guru BPnya untuk tidak masuk hari itu karena masih shock. Lalu membawanya pulang.
Aku tetap di kantor polisi. Ku telp teman sekelasku,aku minta tolong diijinkan tidak masuk hari itu. 'tolong sampaikan ijinku juga pada pak PU,tapi jangan bilang ke orang lain',begitu pesanku. Bukannya apa,hanya saja,aku gak mau terlihat lemah di hadapan orang lain.
Yang bikin aku sebel tuh para polisi yang ada di pos itu. Udah tahu aku kesakitan,eh,malah dibentak-bentak. Dasar polisi gob-huh..bodoh. Aduh,gatel banget rasanya lidah ini tuk bilang GOBLOK !
Fyuh..akhirnya keluar juga kata-kata itu. Kata yang menggambarkan kejadian naas hari itu. Rabu,14 Mei 2008,pukul 06.15 WIB,akan selalu jadi pelajaran bagiku untuk menjadi lebih baik. Amin..
Bodoh !
(sebenarnya ini hanya perhalusan dari goblok!),ya..hanya kata itulah yang aku ucapkan. Kata yang menunjukkan betapa bodohnya anak SD yang 'mengaku' tertabrak olehku.
Gimana gak gob-eh,bodoh,dia tuh dengan gob-okay,bodohnya nyelonong motong jalan yang aku lewati. Biarpun sepeda motorku hanya jalan 35 km/jam plus rem tangan dan kaki, plus pengorbananku dengan menabrakkan diriku ke pembatas jalan,masih gak cukup juga.
Kalau dilihat dari ilmu fisika,dia datang dari arah utara tanpa rem dengan kecepatan kira2 20km. Tanpa tengok kanan kiri, dia meluncur dari atas tanggul menuju jalan yang aku lalui. Aku baru sadar dia memotong jalanku hampir 90 derajat ketika posisiku 2 meter darinya. Aku berusaha memperlambat jalanku ke kanan,dia tetep kekeuh motong jalan..dan..BRAKK !!
Sepeda anak itu jatuh,ban depannya tersenggol ban depan motorku. Dia jatuh,pembatas jalan di samping kananku dengan tanpa ampun menggores pergelangan kaki kananku. Untungnya,aku masih bisa menguasai keadaan. Tidak ada korban jiwa.
Orang-orang mulai mengerumun, berusaha 'menyelamatkan' gadis kecil itu, membawanya beserta sepedanya ke kiri jalan. Dia nangis sejadi-jadinya. Tinggal aku yang nangkring sambil meringis kesakitan. Adikku ambil alih kemudi.
Sebenarnya masalah ini gak akan berbuntut panjang kalau saja tidak ada PROVOKATOR sialan yang berkedok PAHLAWAN ! Pahlawan kesiangan sialan,yang gob-ehm,bodoh menurutku.
'Sik mbak,pundi kuncine,iki masalahe nabrak uwong !' begitu ujarnya dengan penekanan pada kata 'nabrak', matanya melotot sambil mengulurkan tangan meminta kunciku. Terjadi perang mulut antara provakator dengan adikku yang sedari tadi histeris dan shock melebihi aku, nangis bombay gitu.
Kalaupun ada pahlawan, menurutku adalah petugas DLLAJR di depan Terminal Tirtonadi. Kebetulan,TKP memang berada hampir persis didepan terminal tersebut. Bapak itu dengan gak kalah garang membentak si provokator, 'wis,iki urusanku,dudu urusanmu !'. Thanx banget pak,batinku.
Ternyata,si provakator gak mau kalah. Dia bawa-bawa polisi ke TKP. Runyam deh jadinya. Adiknya ke RS Brayat. Aku dan adikku dilarikan,bukan ke RS,tapi ke kantor polisi !
Diiringi polisi,kami ke kantor polisi yang letaknya dekat dengan terminal. Di sana aku hanya bisa duduk menunduk menahan perih. Perih di kaki dan perih di hati. Di hati karena aku tahu masalah ini akan panjang dan UUD,ujung-ujungnya duit !
Adikku (tetap nangis bombay)menjelaskan duduk perkara pada polisi yang telah membawa SIM dan STNK ku. Mommy-ku,setelah ditelp adikku,datang ke kantor polisi. Beliau mengantar adikku ke SMAN 3,yang kemudian adikku disarankan oleh guru BPnya untuk tidak masuk hari itu karena masih shock. Lalu membawanya pulang.
Aku tetap di kantor polisi. Ku telp teman sekelasku,aku minta tolong diijinkan tidak masuk hari itu. 'tolong sampaikan ijinku juga pada pak PU,tapi jangan bilang ke orang lain',begitu pesanku. Bukannya apa,hanya saja,aku gak mau terlihat lemah di hadapan orang lain.
Yang bikin aku sebel tuh para polisi yang ada di pos itu. Udah tahu aku kesakitan,eh,malah dibentak-bentak. Dasar polisi gob-huh..bodoh. Aduh,gatel banget rasanya lidah ini tuk bilang GOBLOK !
Fyuh..akhirnya keluar juga kata-kata itu. Kata yang menggambarkan kejadian naas hari itu. Rabu,14 Mei 2008,pukul 06.15 WIB,akan selalu jadi pelajaran bagiku untuk menjadi lebih baik. Amin..
Langganan:
Postingan (Atom)


